Logo Desa

Desa Larike

Kabupaten Maluku Tengah
Provinsi Maluku

Loading

Desa Larike

Hari Libur Nasional

Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Larike Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku

Berita Desa

Komentar Terbaru

Sejarah Negeri Larike


Letak dan Kondisi Umum

Negeri Larike secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Negeri ini terletak di bagian barat semenanjung jazirah Leihitu, berjarak sekitar 5 km dari kantor kecamatan dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 15 menit.

Jarak ke Kota Masohi (ibu kota Kabupaten Maluku Tengah) dapat ditempuh dengan dua jalur:

  • Melalui laut dan darat: dari Pelabuhan Hunimua – Kairatu dilanjutkan perjalanan darat menuju Masohi, sekitar 9 jam perjalanan.
  • Melalui jalur laut langsung: dari Pelabuhan Tulehu – Amahai dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Secara administratif, Negeri Larike terdiri atas 3 Dusun dan 6 Lingkungan, yaitu:

  • Lingkungan Batugajah
  • Lingkungan Hatumeteng
  • Lingkungan Benteng
  • Lingkungan Kota
  • Lingkungan Ele Dihu
  • Lingkungan Bantera Uwa

Luas wilayah Negeri Larike mencapai 20.000 hektar, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Negeri Assilulu
  • Sebelah Selatan: Negeri Wakasihu
  • Sebelah Barat: Laut Buru
  • Sebelah Timur: Negeri Allang

Asal Usul Penduduk dan Terbentuknya Negeri


Nama Larike berasal dari kata “Riki” atau “Rike” yang berarti cepat. Ketika bangsa Portugis datang ke Maluku pada abad ke-16, mereka singgah di wilayah ini dan menyebutnya “Larique”. Seiring waktu, sebutan tersebut berubah menjadi Larike, sebagaimana dikenal hingga kini.

Pada mulanya, penduduk asli Larike mendiami daerah pegunungan dan hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka terbagi menjadi tujuh kelompok atau Hinaitu, yang berarti tujuh negeri di bawah satu Raja Adat bernama Soumahu Ela.
Ketujuh kelompok tersebut antara lain:

No Nama Hinaitu Sumber Air Kepala
1 Latadu Wai Lanu Salahadu
2 Wai Ata Wai Kalaka Patti Bunga
3 Wai Lowo Wai Lowo Saharu
4 Tipake Wai Hete Tukang Jei
5 Dipolo Dipolo Manukile
6 Asadu Haha Wai Poluhata Patti Disa
7 Wai Ta’o Wai Ta’o Tete Bada

Kedatangan Pendatang dan Pembentukan Negeri


Pendatang pertama dari luar tiba pada 19 Juli 1313, berasal dari Tuban, Jawa Timur, yaitu Laisouw yang dikenal dengan nama Raden Haji Mustafa. Menurut cerita, beliau berasal dari Baghdad (Persia) dan pernah terlibat dalam Perang Demak. Setelah perang usai, beliau berkelana ke arah timur untuk menyebarkan agama Islam, hingga tiba di Gunung Hinaitu, tempat tinggal masyarakat asli.
Beliau kemudian menganjurkan penduduk Hinaitu untuk turun ke pesisir pantai dan membangun pemukiman baru yang disebut Riki, yang kemudian dikenal sebagai Hina Rikedu atau Negeri Larike.

Pendatang kedua tiba pada 9 Maret 1424, yaitu Lausepa, dikenal dengan nama Raden Abdul Halik yang datang dari Solo, Jawa Tengah. Konon, beliau berasal dari Mesir dan menetap di Larike.

Selanjutnya, pendatang dari Timur Tengah juga tiba pada 10 Januari 1440. Sejak saat itu, masyarakat Larike mulai mengenal budaya luar dan terjadilah akulturasi budaya antara penduduk asli dan pendatang. Proses percampuran ini melahirkan sistem kehidupan masyarakat yang lebih terbuka terhadap perubahan, namun tetap menjaga dan menghormati nilai-nilai adat istiadat hingga saat ini.


Struktur Masyarakat Adat dan Pemerintahan


Penguasa pertama di Negeri Larike berasal dari matarumah (rumahtau) Lausepa dengan gelar Leiwala.
Secara adat, Negeri Larike terbagi menjadi empat Soa besar, masing-masing menaungi beberapa matarumah tua sebagai berikut:

No Nama Soa Matarumah yang termasuk
1 Soa Hukul Hukul, Lausepa, Sameth, Ely, Elang, Latuapo, Waliulu
2 Soa Laisouw Laisouw, Komy, Ulath, Mamang, Warang, Holak, Ririlessy
3 Soa Lausepa Lausepa
4 Soa Sia Sia

Beberapa jabatan adat dipegang oleh matarumah tertentu, di antaranya:

  • Soa Hukul: Tuan Tanah (Haite Sekapiri), Kepala Soa bergelar Saumahuwa Ela
  • Soa Laisouw: Kepala Soa bergelar Timule Ela
  • Soa Lausepa: Raja, Imam/Khatib/Modim, Pengatur Ela
  • Soa Sia: Kepala Soa bergelar Sopalauw (mengurus bidang penghulu)

Dalam pemerintahan adat, Pengatur Adat berperan sebagai koordinator seluruh Soa, sedangkan Pengatur Bidang Penghulu bertugas mengatur segala hal yang berkaitan dengan penghulu masjid dan urusan adat keagamaan. Jabatan-jabatan ini bersifat turun-temurun dan tidak dapat diambil alih oleh matarumah lain.

Dahulu, Negeri Larike memiliki tiga Kapitan terkenal:

  1. Kapitan Soumahua dari Soa Hukul
  2. Kapitan Lekalihu dari Soa Laisouw
  3. Kapitan Ramlani dari Soa Lausepa

Dalam Perang Huamual (Seram Muka), Kapitan Ramlani turut berjuang dari Tanjung Sial hingga Kotania. Atas jasanya, Kapitan dari Negeri Luhu menghadiahkan dua dusun — Waiputih dan Wailapia — sebagai petuanan Negeri Larike.


Adat Istiadat


Upacara adat yang masih dijalankan hingga kini adalah upacara pengangkatan Raja Negeri Larike.
Prosesi adat dimulai dari rumah calon raja yang diantar oleh keluarga Laisouw menuju rumah adat Laisouw untuk didoakan keselamatannya. Setelah itu, calon raja diantar ke Baileu dan diterima oleh Lausepa serta Kapitan Ramlani.

Calon raja kemudian diberi restu dan disumpah secara adat oleh Dewan Amai Ati, yang terdiri atas:

No Nama Anggota Asal Matarumah
1 Saulatuwa Elang
2 Kakiyai Ely Ely
3 Seka Sia
4 Lodi Lolialang
5 Marlamu Waliulu

Ketua Dewan Amai Ati adalah Saulatuwa, yang berdiri untuk sumba (somba), sementara Kakiyai Ely bertugas menerima dan mengantar calon raja untuk duduk di mimbar. Setelah pengangkatan selesai, calon raja dan anggota Amai Ati menuju masjid untuk melaksanakan shalat sunat dua rakaat sebagai tanda syukur.

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 58
Kemarin : 139
Total Pengunjung : 6.057
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.172
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v111.04
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 58
Kemarin : 139
Total Pengunjung : 6.057
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.172
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v111.04
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Pemerintah Desa

HAFES MANSUR LAUSEPA

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

MOHAMAD AMIN KOMY

Sekretaris
Tidak Ada di Kantor

ABD MUTALIB SAMETH

Kepala Seksi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

MUHAMMAD LAISOUW

Kepala Seksi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

SALMAN ALFARISI SIA

Kepala Seksi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

SAKINA SAMETH

Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum
Tidak Ada di Kantor

ABDUL RIFAI LOLIALANG

Kepala Urusan Keuangan
Tidak Ada di Kantor

TAHA ELY

Kepala Urusan Perencanaan
Tidak Ada di Kantor